Konseling Individual

Arif Taufiq Dani Abdillah (Widyaiswara PPPPTK Penjas dan BK)
danielsaolendra@gmail.com

Abstrak

Individu manusia sering mengalami lack of the psychological strength to solve their problems, pada posisi inilah maka sangat membutuhkan hadirnya tenaga profesional Konseling, tenaga profesional tersebut diharapkan memenuhi kriteria kompetensi pengetahuan tentang teori teori konseling, memiliki ketrampilan praktik konseling, serta kualitas integritas pribadi yang sangat menunjang untuk pelaksanaan proses konseling. Proses konseling adalah proses psikososial yang teramat kompleks dan dinamik, proses tersebut berjalan mengalur dengan ketentuan yang disepakati baik secara teori dan praktisnya, rangkaian proses konseling yakni introduksi, aksi, dan terminasi, yang mengalur secara runtut dan saling berkait antara satu dan lainnya.

PENDAHULUAN
Pemahaman dan ketrampilan Konseling Individu merupakan keharusan bagi yang telah mengikrarkan diri menjadi konselor atau guru BK, dalam layanan ini berlangsung proses interaktif antara konselor dan konseli yang mengarah pada perubahan perilaku, konstruksi pribadi, kemampuan mengatasi situasi hidup dan keterampilan membuat keputusan.

PEMBAHASAN
1. Urgensi Konseling Individu
Perkembangan kehidupan saat ini dengan segala kompleksitas kehidupan sangat memungkinkan bagi individu untuk mengalami lack of the psychological strength to solve their problems, yakni kurangnya kekuatan psikologus untuk menyelesaiakn permasalahannya sendiri, dan melalui konseling individu seseorang akan memperoleh bantuan untuk memecahkan masalah, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakan. Lebih dari itu individu akan dapat (a) Mengklarifikasi apa yang diangap penting, (b) Memperoleh sentuhan aspek-aspek pribadi, (c) Mengeksplorasi perasaan, pikiran dan makna kehidupan, (d) Memperoleh dukungan pada situasi krisis, (e) Memperoleh dukungan pada masa transisi, (f) Memperoleh pemecaha masalah.

2. Kompetensi Konselor dalam Konseling Individu
Tiga syarat dasar yang harus melekat pada seorang pelaku konseling pertama pengetahuan tentang teori teori konseling, kedua ketrampilan praktik konseling, ketiga kualitas integritas pribadi, karena kepribadian seorang konselor merupakan faktor yang paling penting dalam konseling.
Anthony Yeo (2007) mengemukaakan karekteristik konselor itu antara lain
a. Beliefs (bersikap altruistic pada orang lain).
b. Self-awarnes (memiliki kesadaran pada dinamika kehidupan )
c. Knowledge and skills (pengetahuan dan wawasan berkaitan profesionalitas dan kompetensinya)
d. A proper view of his role (berperan sebagai helper untuk solve their problems).
e. Personal qualities (memiliki kualitas pribadi yang mendukung dalam proses konseling)
f. Interpersonal skills (memiliki ketrampilan menciptakan rasa nyaman secara psikologis pada konseli)
g. Verbal skills (mampu menciptakan kenyamanan untuk membuka diri bagi konseli).

3. Proses Konseling
Secara umum proses konseling meliputi tiga tahapan yakni introduksi, aksi, dan terminasi. Secara rinci kegiatan pada tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

PENUTUP
Konseling mengupayakan pengembalian kekuatan psikologis konseli, proses konseling sangat diharapkan berjalan dengan luwes dan sesuaikan dengan kondisi psikologis konseli. Bagi sebagian konseli proses konseling adalah sarana untuk memperoleh pengalaman-pengalaman yang menyenangkan dan lebih dari itu diharapkan menjadi pengalaman yang menstimulasi untuk lebih hidup yang lebih positif.

DAFTAR PUSTAKA
Syamsu Yusuf, (2016) Konseling Individual Konsep dasar & Pendekatan. Bandung. Refika Aditama
Ricarad Nelson, ( 2012) Pengantar Keterampilan Konseling. Yogyakarta, Pustaka Pelajar