Layanan Konseling Kelompok

Ibnu Athiyah
PPPPPTK PENJAS dan BK

Abstrak

Revolusi industri 4.0 peluang dan tantangan bagi individu. Layanan konseling kelompok diperlukan menjawab masalah individu dan kelompok. Guru BK/konselor berperan besar dalam menggunakan layanan ini, Tujuan umum layanan konseling kelompok adalah terkembangnya kemampuan sosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi peserta dalam kelompok.

Pendahuluan
Era revolusi industri 4.0 bagi indonesia, merupakan era menyongsong teknologi digital dan industri barang dan jasa. Aneka aktivitas di era tersebut memberi kesempatan individu dan komunitas untuk berpartisipasi menjual produknya. Di sisi lain juga menimbulkan masalah bagi inidividu dan komunitas itu sendiri, sehingga menggangu aktivitas pekerjaan bagi konsumen. BK sebagai profesi perlu menjawab masalah tersebut. Salah satu upaya mengatasi melalui layanan konseilng kelompok yang dilakukan oleh guru BK yang berperan sebagai pemimpin kelompok. Layanan konseling kelompok merupakan upaya memberikan bantuan kepada individu dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan dan diarahkan kepada pemberian kemudahan dalam rangka perkembangan dan pertumbuhannya (Natawidjaya dalam Wibowo 2005). Adanya layanan ini memberikan kesempatan bagi anggota kelompok untuk saling mendengar dan berbagi pengalaman nyata kepada kelompok. Peran penting layanan konseling kelompok ini juga membuat layanan bimbingan konseling memberikan warna dan pilihan untuk mengatasi masalah individu, oleh karena itu layanan ini menjadi bagian penting bagi guru BK/Konselor untuk dipelajari secara utuh dalam upaya menjadi guru BK/konselor profesional dalam bekerja.

Pembahasan
Dinamika permasalahan dunia, terutama di era revolusi industri 4.0 di indonesia telah masalah lama dan baru bagi individu. Masalah bisa berpindah tempat dan milik dari anda sendiri ke orang lain dan sebaliknya, artinya masalah orang lain juga bisa menjadi masalah anda juga, di mana masalah ini telah menetap lama di dalam benak anda. Di sisi lain lalu lintas informasi media yang biasa kita peroleh, sering terganggu oleh media informasi berita arus utama (main stream) tentang ekonomi, kesehatan, keluarga, pekerjaan dan lain sebagainya. Meskipun banyak tidak valid kebenarannya tetapi sering mengganggu dalam pikiran kita. Masalah ini tidak dapat dibiarkan berlama-lama, segera dilakukan penyelesaian untuk terwujud kesehatan efektif sehari-hari bagi individu dan massal. Bimbingan konseling sebagai bagian dalam jenis pendidikan formal, non formal dan informal hadir sebagai alat untuk penyelesaian aneka masalah individu secara cermat dan cerdas melalui salah satunya melalui layanan konseling kelompok. Guna mengenal lebih dekat, akrab dan ceria, mari kita kenali dulu layanan satu ini
a. Pengertian
Menurut para ahli konseling kelompok dikenal sebagai kelompok pemecahan masalah antarpribadi untuk memecahkan masalah kehidupan yang umum melalui dukungan antarpribadi dan pemecahan masalah (Gladding, Samuel T. 2012). Di sisi lain ada juga mendefinisikan konseling kelompok merupakan proses interpersonal yang dinamis yang berpusat pada kesadaran berpikir dan tingkah laku, melibatkan fungsi terapeutis, berorientasi pada kenyataan, ada rasa saling percaya, mempercayai, ada pengertian, penerimaan dan bantuan (Wibowo 2005). Selanjutnya menurut Winkel, W.S. dan M.M. Sri Hastuti (2007), konseling kelompok merupakan wawancara konseling antara konselor professional dengan beberapa orang sekaligus yang tergabung dalam suatu kelompok kecil.
Sementara itu Gibson, Robert L dan Marianne H. Mitchell (2011) mengemukakan bahwa konseling kelompok mengacu pada penyesuaian rutin atau pengalaman perkembangan dalam lingkup kelompok yang difokuskan untuk membantu konseli mengatasi problem mereka lewat penyesuaian diri dan perkembangan kepribadian sehari – hari. Prayitno mengemukakan bahwa tujuan layanan konseling kelompok hampir sama dengan tujuan layanan bimbingan kelompok yaitu ada tujuan umum dan ada tujuan khusus (2004). Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan layanan konseling kelompok merupakan layanan bantuan yang membahas masalah pribadi masing-masing anggota kelompok melalui dinamika kelompok yang pimpin oleh Guru BK (pemimpin kelompok).

b. Tujuan layanan konseling kelompok
Tujuan umum layanan konseling kelompok adalah terkembangnya kemampuan sosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi peserta dalam kelompok. Tujuan khusus konseling kelompok (KKp) terfokus pada pembahasan masalah pribadi. Melalui layanan konseling kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan masalah tersebut para peserta memperoleh:

c. Komponen dalam layanan konseling kelompok
Pada kegiatan layanan konseling kelompok terdiri dari
1. Pemimpin kelompok merupakan orang yang bertugas mengatur lalu lintas konseling kelompok
dari awal sampai akhir
2. Anggota kelompok merupakan yang bertugas menyampaikan masalah pribadi kepada kelompok
3. Azas merupkan etika dan aturan yang harus ditaati oleh pemimpin kelompok dan anggota
kelompok
4. Masalah merupakan bahan informasi yang dimiliki oleh individu.

d. Tahapan layanan konseling kelpok
Layanan konseling kelompok itu ilmiah dan semua Guru BK perlu belajar untuk bisa melakukan layanan ini, karena layanan ini tidak sulit dan bisa kalau sudah pernah dilakukan secara sungguh. Adapun tahapan sebagai berikut
1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Layanan,
2. Praktik Konseling Kelompok meliputi tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan, dan
tahap pengakhiran
3. Menilai praktik layanan konseling kelompok
4. Melakukan tindak lanjut layanan konseling kelompok.

Kesimpulan
Layanan konseling kelompok dapat diterapkan di jenis pendidikan dalam membantu memecahkan individu melalui dinamika kelompok. Layanan ini merupakan salah satu layanan dalam bimbingan konseling. layanan perlu dikuasai oleh guru BK.

Daftar pustaka
Prayitno & Erman Amti. 2004. Dasar – Dasar Bimbingan dan konseling. Jakarta: Rineka Cipta
Prayitno. 2004. Layanan Bimbingan dan Konseling (seri layanan). Padang: Universitas Negeri Padang
Gladding, Samuel T. 2012. Konseling “Profesi yang Menyeluruh” Edisi keenam.Jakarta: PT. Indeks
Gibson, Robert L. dan Marianne H. Mitchell. 2011. Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Wibowo, Mungin Eddy. 2005. Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: UPT UNNES Press
Winkel, W.S. dan M.M. Sri Hastuti. 2007. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta:
Media Abadi.