Pemanfaatan Konselor Sebaya
(sebagai alternatif kekurangan Tenaga Guru BK di sekolah)

HERAWATI, M.Pd
PPPPPTK PENJAS dan BK
EMAIL: watih006@gmail.com

A. ABSTRAK
Pemanfaatan konselor sebaya sebagai salah satu teknik dalam bimbingan dan konseling dijadikan sebagai alternative atas kekurangan tenaga guru BK disekolah. Untuk memudahkan pencapaian tujuan pelaksanaan kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang diperuntukkan kepada seluruh peserta didik, mengingat banyaknya kesamaan dari konselor sebaya dengan peserta didik lainnya sehingga akan memudahkan untuk memahami kebutuhan peserta didik lainnya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan ringan yang dihadapi oleh peserta didik dengan gaya dan bahasa yang sama dibawah kendali konselor sekolah.

KATA KUNCI: Konselor sebaya, permasalahan ringan, Konselor sekolah.

B. PENDAHULUAN
Upaya memperlancar program pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling melihat keterbatasan tenaga bimbingan dan konseling disekolah yaitu kondisi idealnya 130.000 guru BK, sekarang yang tersedia baru 52.700. orang guru BK hal ini tentunya adalah sebuah kondisi yang membutuhkan solusi untuk mempermudah proses pencapaian tujuan layanan bimbingan dan konseling. Untuk itu diperlukan adanya bantuan dari komponen pendidikan yang ada dalam lingkungan sekolah untuk membantu dalam pelaksanaan program kegiatan layanan bimbingan dan konseling.
Keeratan, keterbukaan dan perasaan senasib muncul diantara teman sebaya dapat menjadi peluang bagi upaya memfasilitasi perkembangan remaja oleh karena banyaknya siswa-siswa yang bermasalah mencari siswa lain untuk mendiskusikan permasalahan mereka.
Konseling sebaya adalah program bimbingan yang berusaha untuk mempengaruhi tingkah laku konseli atau peserta didik. Konseling sebaya dilakukan dengan beberapa alasan
1. Tidak cukupnya waktu bagi konselor untuk melayani seluruh peserta didik mengingat keterbatasan tenaga yang tersedia di sekolah.
2. Adanya siswa yang enggan untuk membawa permasalahan mereka kepada konselor sekolah dengan alasan tertentu.
3. Beban konselor banyak untuk menangani permasalahan berat yang membutuhkan waktu panjang sehingga sedikit waktu untuk membantu siswa yang bermasalah lainnya (Ifdil,2010)
Laurance M. Brammer (Pandang 1996) mencatat empat alasan yang mendasari dibutuhkannya konseling sebaya yaitu: “pertama, banyak orang yang cenderung lebih suka mengemukakan permasalahan yang siswa hadapi kepada teman dekatnya. Kedua “menolong bukan hanya tugas dan fungsi orang-orang professional, melainkan tugas setiaporang. Ketiga”terlalu banyak orangyang membutuhkan pertolongna. Keempat”terlalu sedikit orang yang ahli dalam menolong sehingga diperlukan adanya tenaga non professional.
Eksistensi konselor sebaya sangat penting mengingat seorang remaja dalam kelompoknya memiliki pengaruh yang besar dalam pembentukan prilaku remaja, baik prilaku yang positif maupun prilaku yang negative. Kepercayaan kepada konselor sebaya dimata kelompoknya menjadi dasar yang penting dalam menciptakan konselor sebaya.

C. PEMBAHASAN
1. Konsep Dasar Konseling Sebaya
a. Pengertian Konseling sebaya
Terminologi tentang konseling sebaya pada dasarnya sudah banyak dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat meskipun istilah tersebut masih jarang digunakan. Rogacian (Pandang, 1996:5) mengemukakan konseling sebaya sebagai pertolongan yang diberikan kepada individu awam yang sebaya, bukan hanya dalam arti sama umurnya, melainkan juga mungkin sama dalam berbagai pengalaman hidupny, seperti pekerjaan, permasalahan yang sedang dihadapi atau sebaya dalam hal apa saja.
b. Tujuan Konseling Sebaya
Tujuan umum konseling sebaya adalah membantu menyukseskan program bimbingan dan konseling di sekolah dalam rangka mengoptimalkan perkembangan siswa. Sedangkan tujuan khususnya adalah membantu siswa yang bersangkutan untuk memperoleh kesempatan dalam mengembangkan hubungan social dan kedekatan dengan teman sebaya, megentaskan permasalahan yang dihadapi, mengembangkan potensi secara optimal dan memanfaatkan sebesar besarnya pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.
c. Pelaksanaan Konseling Sebaya
Pelaksana konseling sebaya disekolah adalah peserta didik/ siswa oleh karena itu melibatkan siswa sebagai konselor sebaya perlu melalui beberapa tahapan yaitu tahap rekrutmen dan penguatan, tahap pelatihan, penugasan, evaluasi dan pelaporan. (Prayitno 2007)

D. KESIMPULAN
Pemanfaatan konselor sebaya dapat dilakukan disekolah sebagai alternative atas kekurangan tenaga guru BK di sekolah. Penetapan peserta didik atau siswa untuk menjadi konselor sebaya memiliki persyaratan dan prosedur tertentu yang diputuskan oleh konselor sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah sebagai penanggung jawab atas semua kegiatan yang ada dalam lingkungan sekolah.

E. DAFTAR PUSTAKA
Ifdil. 2010 Konseling Teman Sebaya (KTS). (Online) www.Bimbingan konseling Indonesia.
Pandang, A. (1996) Pengembangan Model Program Konseling sebaya sebagai media pengalaman praktikum konseling.
Prayitno.2007. Urgensi pelayanan Konseling di Madrasah, handout. Padang: UNP